Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar pertemuan silaturahmi bertajuk Sabuk Kamtibmas Bali bersama komunitas ojek online dan pecalang. Kegiatan dilaksanakan di Cafe B-Lounge, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026). Forum ini dirancang untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi institusi kepolisian dan elemen lokal dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog petugas kepolisian, pengemudi ojol, dan pecalang setempat. Dalam suasana yang bersifat silaturahmi, peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai masukan mengenai situasi kamtibmas di wilayahnya, kendala operasional, dan harapan terhadap langkah-langkah kolaboratif. Interaksi ini dimaksudkan mempererat kerja sama agar kebijakan dan program kepolisian lebih responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Agenda dan Tujuan Silaturahmi
Agenda utama pertemuan menekankan dua hal: menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat jaringan Sabuk Kamtibmas. Pertemuan secara khusus difokuskan pada upaya membangun komunikasi yang lebih intensif Polri dan komunitas-komunitas lokal yang memiliki peran strategis dalam pengawasan lingkungan. Tujuan praktisnya adalah memperkuat koordinasi sehingga respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Peran Pecalang dan Komunitas Ojol
Pecalang sebagai aparat keamanan adat dan pengemudi ojek online sebagai penggerak mobilitas masyarakat disebutkan memiliki posisi strategis dalam menjaga keteraturan dan mengawasi dinamika sosial di tingkat komunitas. Pertemuan menyajikan ruang bagi kedua kelompok itu untuk menyampaikan pengalaman lapangan, tantangan yang dihadapi, serta harapan akan dukungan institusi kepolisian agar peran mereka dapat berjalan efektif serta selaras dengan kebijakan penegakan hukum.
Pesan Kapolri dalam Pertemuan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi antar seluruh pihak sebagai kunci menjaga ketertiban. Dalam pertemuan itu, pesan yang disampaikan menekankan bahwa sinergi Polri, masyarakat adat, dan pelaku transportasi online perlu terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Penekanan pada kerja sama ini ditujukan untuk memperkecil peluang terjadinya gangguan yang meresahkan publik.
Lokasi pertemuan di Cafe B-Lounge, Kabupaten Badung memberi nuansa informal namun tetap serius untuk dialog dua arah. Suasana yang terbuka memungkinkan peserta menyampaikan masukan secara lugas dan mendapatkan tanggapan langsung. Format acara yang berorientasi pada dialog ini diharapkan membuka jalur komunikasi berkelanjutan sehingga isu-isu lokal dapat lebih cepat diidentifikasi dan diatasi secara bersama.
Forum Sabuk Kamtibmas Bali tersebut juga menghadirkan kesempatan untuk menjajaki mekanisme koordinasi operasional aparat kepolisian dan elemen masyarakat. Diskusi mencakup upaya meningkatkan patroli terpadu, pemanfaatan informasi dari masyarakat, dan pembentukan jaringan komunikasi yang efektif dalam situasi darurat maupun sehari-hari. Semua poin dibahas tanpa mengabaikan pendekatan kultural yang berlaku di masyarakat setempat.
Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar pertemuan semacam ini dapat berlanjut menjadi program rutin yang menghasilkan sinergi konkret. Harapan itu mencakup peningkatan pemahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak dan perumusan langkah-langkah praktis yang bisa diimplementasikan di tingkat kecamatan maupun desa. Pendekatan kolaboratif dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan kenyamanan masyarakat.
Gelar silaturahmi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat menggambarkan upaya menjaga komunikasi institusi negara dan komunitas lokal. Pertemuan ini menyisakan catatan penting terkait perlunya kesinambungan dialog agar upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban tidak berlangsung sporadis. Dengan memperkuat jejaring Sabuk Kamtibmas Bali, semua pihak berharap tercipta sinergi yang berkelanjutan demi ketenteraman di Pulau Dewata.
