Ilustrasi sekolah negeri sepi untuk artikel Sekolah Negeri Sepi, JPPI: Pemda Didorong Tingkatkan Mutu

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan bahwa fenomena sekolah negeri sepi memerlukan perhatian serius. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam daya tarik lembaga negeri yang selama ini menjadi pilihan utama keluarga pelajar.

Ilustrasi sekolah negeri sepi untuk artikel Sekolah Negeri Sepi, JPPI: Pemda Didorong Tingkatkan Mutu

JPPI menyoroti tren tersebut dan meminta agar pemerintah daerah tidak tinggal menunggu arus pendaftar. Ubaid Matraji, sebagai bagian dari JPPI, mendesak pemda untuk memperkuat kualitas dan mendorong inovasi sebagai respons atas menurunnya minat terhadap sekolah negeri.

Sepinya minat terhadap sekolah negeri

Organisasi pemantau itu menyampaikan bahwa sepinya peminat pada sekolah negeri menandai adanya perubahan preferensi atau masalah yang belum tertangani. Pernyataan JPPI menempatkan isu ini sebagai masalah yang berdampak pada perencanaan dan pelayanan pendidikan di tingkat daerah.

Seruan JPPI kepada pemerintah daerah

Ubaid Matraji menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah untuk merespon kondisi tersebut. JPPI menekankan bahwa upaya peningkatan mutu dan inovasi perlu menjadi prioritas agar sekolah negeri kembali menarik minat orang tua dan siswa.

Harapan dan langkah ke depan

JPPI mengharapkan agar respons dari pemda bersifat nyata dan terukur. Menurut organisasi ini, tanpa perhatian yang memadai pada aspek mutu dan pembaruan, tantangan dalam menarik peserta didik ke sekolah negeri berpotensi berlanjut.

Kondisi yang diutarakan JPPI membuka ruang bagi dialog pemangku kepentingan pendidikan di daerah, termasuk pengelola sekolah, orang tua, dan pembuat kebijakan. JPPI mendorong agar upaya perbaikan diprioritaskan agar sekolah negeri dapat kembali berperan efektif dalam menjamin akses dan kualitas pendidikan.

Perhatian terhadap isu ini penting agar sistem pendidikan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan pilihan pendidikan di tingkat lokal.

TOP