Kegiatan pembentukan kader konservasi alam digelar di kawasan hutan Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tingkat pemula ini diikuti oleh 20 peserta yang mendapatkan pembekalan berupa pengenalan identifikasi flora dan fauna sebagai bagian dari upaya inventarisasi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Penyelenggaraan acara menghadirkan pendekatan lapangan sehingga peserta dapat langsung berinteraksi dengan kondisi habitat, mempraktikkan teknik observasi, serta mencatat temuan biologis yang relevan untuk dokumentasi awal.

Program tersebut merupakan inisiatif gabungan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI), yang menyusun rangkaian materi untuk tingkat pemula. Selama kegiatan, modul pelatihan menitikberatkan pada keterampilan dasar identifikasi, pengamatan langsung di lapangan, dan pencatatan data sederhana yang dianggap penting untuk membentuk fondasi inventarisasi. Dengan format lapangan, peserta memperoleh kesempatan mengamati keanekaragaman hayati secara langsung di hutan Desa Tombo untuk meningkatkan pemahaman mereka.
Pelaksanaan Pelatihan di Lapangan
Pelaksanaan pelatihan berlangsung di kawasan hutan setempat dengan pengaturan sesi yang menyeimbangkan teori singkat dan praktik lapangan agar materi mudah diserap peserta. Dalam sesi lapangan, para peserta melakukan pengamatan vegetasi, mengidentifikasi tanda-tanda keberadaan fauna, serta mencatat data primer yang akan menjadi bagian dari inventarisasi. Atmosfer pelatihan diarahkan untuk memberikan pengalaman langsung dalam membaca karakteristik tumbuhan dan perilaku satwa, sehingga peserta mendapatkan gambaran komprehensif tentang unsur-unsur yang menjadi fokus konservasi di hutan Desa Tombo.
Peran Instansi dan Mitra dalam Program
Kegiatan ini dijalankan secara kolaboratif oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah bersama pihak swasta, PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI), yang bersama-sama menyusun format dan pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut bertujuan menyatukan sumber daya teknis dan dukungan operasional agar pembentukan kader dapat berjalan sistematis. Peran masing-masing pihak difokuskan pada penyediaan materi, fasilitasi lapangan, serta koordinasi dengan tokoh setempat sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan efisien dan tepat sasaran bagi peserta tingkat pemula.
Tujuan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati
Sasaran utama kegiatan adalah mengembangkan kemampuan identifikasi flora dan fauna sebagai bagian dari inventarisasi keanekaragaman hayati di hutan Desa Tombo. Inventarisasi tersebut difokuskan pada pengumpulan data dasar yang diperlukan untuk mengenali komposisi spesies di area pelatihan. Melalui pembentukan kader, diharapkan ada peningkatan kapasitas lokal dalam membaca tanda-tanda keberadaan spesies dan mencatat temuan di lapangan, sehingga data awal yang terkumpul dapat menjadi landasan untuk upaya pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati secara lebih berkelanjutan.
Peserta yang tergabung dalam program merupakan kelompok tingkat pemula yang berkesempatan memperoleh pembekalan awal tentang taksonomi sederhana, ciri morfologi tanaman dan hewan, serta teknik observasi langsung. Jumlah peserta yang terbatas pada 20 orang memungkinkan pendekatan pelatihan yang lebih intensif dan interaktif sehingga setiap peserta berkesempatan praktik langsung. Format tersebut diharapkan memperkuat keterampilan dasar yang menjadi modal bagi peserta untuk ikut serta dalam kegiatan pemantauan atau inventarisasi lanjutan di masa mendatang.
Salah satu kegiatan lapangan menampilkan aktivitas pengamatan burung, di mana peserta mengamati pergerakan dan perilaku burung sebagai bagian dari latihan identifikasi fauna. Kegiatan observasi burung memberi pengalaman praktis bagi peserta untuk menerapkan teknik pencatatan dan pengenalan ciri khas yang membedakan beberapa jenis fauna. Observasi langsung seperti ini dirancang untuk memperkaya kemampuan peserta dalam membaca tanda-tanda ekologis dan mengaitkan temuan lapangan dengan data inventarisasi yang lebih luas, tanpa mengubah fokus utama pelatihan tingkat pemula.
Pelaksanaan program di hutan Desa Tombo juga dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran dan kapasitas di tingkat lokal, khususnya bagi peserta yang berasal dari sekitar wilayah tersebut. Keterlibatan instansi pemerintah terkait dan mitra swasta menciptakan ruang bagi transfer pengetahuan dan pengalaman teknis melalui kegiatan nyata di lapangan. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi multifungsi dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam setempat, dengan memberi kesempatan kepada warga untuk ikut ambil bagian dalam proses inventarisasi dasar.
Secara keseluruhan, kegiatan pembentukan kader konservasi alam pada Rabu (15/7/2026) di hutan Desa Tombo memberikan fondasi awal bagi proses inventarisasi keanekaragaman hayati yang lebih sistematis. Meskipun ditujukan bagi peserta tingkat pemula, rangkaian aktivitas lapangan dan pembekalan yang dilaksanakan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI) menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan identifikasi flora dan fauna, serta mendorong partisipasi lokal dalam upaya konservasi yang berkelanjutan.
