Tim Hibah Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) dari Universitas Brawijaya (UB) bersama Universitas Kahuripan Kediri memulai pelatihan intensif bagi warga di Balai Desa Ngabab, Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan itu fokus pada pengolahan limbah rumah tangga sehingga menjadi produk bernilai jual melalui teknik ecoenzyme limbah dapur.

Pelatihan ini dirancang untuk memberi keterampilan praktis kepada warga setempat agar bahan sisa dapur tidak sekadar dibuang, melainkan diolah menjadi sumber pendapatan. Kegiatan berlangsung secara terstruktur di balai desa, melibatkan sesi teori singkat dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi rumah tangga di Desa Ngabab.
Pelatihan Intensif di Balai Desa Ngabab
Pelaksanaan pelatihan di Balai Desa Ngabab berlangsung dengan agenda intensif yang menyasar keluarga dan pelaku usaha mikro lokal. Peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang mencakup pengumpulan bahan baku organik dari dapur, proses pengolahan, hingga pengemasan sederhana. Format pelatihan dibuat ringkas agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia dan latar belakang pendidikan di desa tersebut.
Selain praktik, pelatihan memanfaatkan pendekatan partisipatif agar pengalaman yang diperoleh peserta dapat segera diterapkan di rumah masing-masing. Para peserta juga berkesempatan mempraktikkan langkah-langkah dasar produksi ecoenzyme limbah dapur sehingga mereka mendapatkan gambaran menyeluruh mulai dari bahan mentah hingga produk akhir yang potensial untuk dijual.
Peran Tim PBW dan Perguruan Tinggi Mitra
Tim PBW dari Universitas Brawijaya bersama Universitas Kahuripan Kediri berperan sebagai penyelenggara dan fasilitator utama dalam program ini. Keberadaan tim hibah tersebut memungkinkan transfer pengetahuan dari dunia akademis ke masyarakat melalui rangkaian kegiatan yang terencana. Kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi tulang punggung pendekatan pemberdayaan berbasis wilayah yang diimplementasikan di Desa Ngabab.
Dalam pelatihan, tim dari kedua perguruan tinggi memberikan pembekalan teknis sekaligus panduan pengelolaan produk secara sederhana. Tujuannya agar warga tidak hanya mampu memproduksi tetapi juga memahami langkah-langkah dasar pengemasan dan pemanfaatan ecoenzyme limbah dapur sebagai produk yang memiliki nilai jual di pasar lokal.
Potensi Ecoenzyme untuk Perekonomian Lokal
Pengembangan ecoenzyme limbah dapur di Desa Ngabab ditempatkan sebagai salah satu alternatif untuk menambah nilai ekonomi dari limbah organik rumah tangga. Program ini membuka peluang bagi warga untuk mengubah pola pengelolaan sampah menjadi aktivitas bernilai ekonomi, sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan yang relatif mudah diakses oleh masyarakat desa.
Pendekatan tersebut juga diharapkan mendorong munculnya pelaku usaha mikro baru yang memanfaatkan bahan baku lokal sehingga berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Selain aspek ekonomi, inisiatif pengolahan limbah menjadi produk juga memberi nilai tambah pada upaya pengelolaan lingkungan secara lebih berkelanjutan di tingkat komunitas.
Langkah Selanjutnya dan Harapan Komunitas
Setelah sesi pelatihan intensif, langkah selanjutnya adalah pendampingan lanjutan agar peserta dapat mempraktikkan dan mengembangkan produksi ecoenzyme limbah dapur secara mandiri. Rencana tindak lanjut mencakup pemantauan penerapan keterampilan, serta dukungan teknis yang memungkinkan proses produksi berkelanjutan di rumah tangga maupun kelompok usaha kecil di desa.
Warga Desa Ngabab menyambut pelatihan ini sebagai kesempatan untuk memperoleh keterampilan baru yang aplikatif di lingkungan sehari-hari. Harapan yang muncul lain kemampuan mengolah limbah dapur menjadi produk bernilai, serta potensi peningkatan ekonomi rumah tangga melalui penjualan produk hasil olahan yang dihasilkan oleh para peserta.
Pelaksanaan program di Desa Ngabab merupakan bagian dari upaya pemberdayaan berbasis wilayah yang dikembangkan oleh tim PBW, dengan unsur kolaborasi perguruan tinggi sebagai pendorong utama. Keberlanjutan inisiatif ini akan ditentukan oleh kemampuan masyarakat menginternalisasi teknik produksi dan memanfaatkan peluang ekonomi lokal yang terbuka lewat pengolahan limbah menjadi produk bernilai.
