Mendagri Tito meminta pemerintah daerah dan Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) untuk aktif menggali potensi kerajinan lokal. Dorongan ini ditujukan agar kerajinan tradisional tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan pada 12 Juli 2026, dengan penekanan bahwa upaya pengembangan kerajinan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan peran aktif pemda serta Dekranasda.
Tujuan dorongan pengembangan kerajinan lokal
Mendagri menekankan beberapa tujuan utama dari upaya pengembangan kerajinan lokal, yakni melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan perekonomian. Menurut Tito, ketiga aspek itu saling terkait: ketika produk kerajinan dilestarikan dan dikembangkan, dampak sosial dan ekonomi dapat terasa pada tingkat daerah.
Peran pemda dan Dekranasda
Tito meminta pemda dan Dekranasda mengambil peran aktif dalam menggali potensi kerajinan yang ada di daerah masing-masing. Pendekatan yang dimaksud adalah upaya sistematis untuk menemukan, membina, dan memperkuat rantai nilai produk kerajinan agar mampu berdaya saing serta memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Dampak bagi masyarakat dan ekonomi daerah
Pengembangan kerajinan lokal diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan perhatian dan langkah pengembangan yang konsisten dari pemda dan Dekranasda, kerajinan dapat menjadi salah satu pendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.
Pernyataan Mendagri pada 12 Juli 2026 ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan di bidang kerajinan untuk mengoptimalkan potensi lokal tanpa mengabaikan aspek pelestarian budaya.
