Presiden Joko Widodo meminta seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghidupkan kembali mesin partai desa sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026), kepala negara menegaskan pentingnya menggarap basis sampai ke tingkat paling bawah agar organisasi partai bekerja nyata di lapangan. Pernyataan itu menempatkan mesin partai desa sebagai salah satu modal strategis yang harus dirawat dan diaktifkan oleh seluruh struktur PSI.

Dalam arahannya kepada kader PSI, Presiden menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya diukur dari keberadaan pengurus pusat atau nama besar di tingkat atas, melainkan pada seberapa aktif struktur sampai ke ranting dan desa. Pesan ini disampaikan untuk mendorong kader agar memperkuat jaringan, memperbanyak kegiatan yang menyentuh warga, serta menjaga keberlangsungan organisasi di tingkat terendah. Kehidupan mesin partai di desa dipandang sebagai garansi agar suara dan basis dukungan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Garap hingga Tingkat Ranting
Jokowi meminta agar upaya penguatan mesin partai dilakukan sampai ranting, tidak hanya berhenti pada tingkat kabupaten atau kota. Instruksi ini menuntut kader untuk membangun infrastruktur politik berupa jaringan sukarelawan, pengurus lokal yang tanggap, dan aktivitas rutin yang dapat mempertemukan partai dengan kebutuhan warga desa. Langkah ini diharapkan menciptakan kedekatan kader dan konstituen sehingga setiap kebijakan atau program partai dapat diuji langsung di lapangan dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
Fokus pada Kader dan Aktivitas Lapangan
Pesan Jokowi juga menekankan pentingnya pembinaan kader secara sistematis agar mesin partai desa dapat berfungsi efektif. Pembinaan tersebut meliputi pelatihan, koordinasi berkala, serta penguatan komunikasi internal antarlevel organisasi. Dengan kesiapan kader yang memadai, partai mampu menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjaga kesinambungan aktivitas untuk membangun kepercayaan publik. Keterlibatan aktif di desa diyakini menjadi tolok ukur keberhasilan organisasi politik dalam jangka panjang.
Persiapan Menghadapi Pemilu 2029
Menjelang Pemilu 2029, pembangunan mesin partai di akar rumput menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghadapi kontestasi elektoral. Arahan yang disampaikan pada Rakorda di Bandar Lampung menunjukkan bahwa perhatian terhadap struktur lokal dianggap krusial dalam memetakan kekuatan politik ke depan. Dengan struktur yang hidup sampai ke ranting, partai memiliki kemampuan lebih baik untuk melakukan sosialisasi program, merespons dinamika lokal, dan memobilisasi dukungan saat masa kampanye.
Penguatan mesin partai desa juga terkait dengan kebutuhan menciptakan kader yang mampu membaca aspirasi warga dan merespons persoalan sehari-hari. Aktivitas lapangan yang konsisten akan memperkuat basis dukungan dan memudahkan partai untuk menguji konsep kebijakan sebelum dipromosikan pada skala yang lebih luas. Hal ini berimplikasi pada bagaimana partai merencanakan program kerja, menyusun agenda lokal, dan menyiapkan kader untuk tampil di level pemerintahan maupun legislatif.
Instruksi Jokowi kepada PSI di Bandar Lampung menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap struktur hingga tingkat paling dasar bukan sekadar retorika, tetapi aspek operasional yang membutuhkan perencanaan dan investasi waktu. Pembentukan jaringan yang solid, penguatan pengurus ranting, serta kegiatan berkala di desa menjadi bagian dari ritme yang harus dijalankan jika ingin mempertahankan keberlangsungan organisasi. Kader diminta bekerja konsisten untuk memastikan mesin partai benar-benar berfungsi.
Arahan tersebut menempatkan tanggung jawab pada seluruh jajaran PSI, dari pengurus daerah hingga kader di tingkat desa, untuk menjalankan peran masing-masing secara bergotong-royong. Pendekatan ini menuntut koordinasi yang baik, monitoring pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi berkala agar upaya penguatan mesin partai tidak sekadar bersifat seremonial. Dengan cara ini, partai dapat membangun kredibilitas dan kehadiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Pernyataan Presiden di Rakorda DPD PSI Kota Bandar Lampung pada Sabtu (27/6/2026) menegaskan bahwa upaya menjaga dan menghidupkan mesin partai desa merupakan bagian penting dari strategi politik jangka panjang. Bagi PSI, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan arahan tersebut ke dalam langkah konkret di lapangan sehingga struktur partai dapat bekerja efektif dan mendukung tujuan politik yang ingin dicapai di masa mendatang.
