BNPB mencatat 5.012 gempa susulan NTT sejak kejadian utama, dengan dampak yang terus dirasakan oleh warga di wilayah terdampak. Laporan juga menyebutkan adanya peningkatan korban jiwa dan jumlah pengungsi.

Data itu menunjukkan berlanjutnya aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur dan kondisi darurat yang masih memerlukan perhatian dari berbagai pihak.
Skala gempa susulan yang tercatat
Angka 5.012 gempa susulan yang disampaikan BNPB menggambarkan frekuensi kejadian yang tinggi dalam periode pasca-guncangan awal. Meski detail waktu dan magnitudo tiap kejadian tidak dicantumkan di sumber, jumlah tersebut menjadi indikator besarnya aktivitas seismik yang terjadi di wilayah NTT.
Korban jiwa dan pengungsi bertambah
Selain catatan jumlah gempa susulan, laporan menyatakan bahwa korban jiwa serta jumlah pengungsi mengalami peningkatan. Sumber tidak merinci angka pasti korban atau total pengungsi, namun kondisi ini menegaskan perlunya penanganan darurat dan pemantauan lanjutan.
Implikasi bagi pemulihan dan penanganan
Frekuensi gempa susulan yang tinggi dan bertambahnya korban menimbulkan tantangan bagi proses evakuasi, penanganan darurat, dan upaya pemulihan di lapangan. Situasi ini mengharuskan koordinasi yang berkelanjutan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan risiko tambahan dapat diminimalkan.
Perkembangan kondisi di NTT akan terus menjadi fokus pemantauan mengingat banyaknya gempa susulan yang tercatat. Pihak berwenang diharapkan memberikan informasi lanjutan seiring upaya tanggap darurat berlanjut.
