Ilustrasi penggerak ekonomi kreatif untuk artikel Penggerak Ekonomi Kreatif, Lulusan STIAMI Didorong Berperan

Penggerak ekonomi kreatif menjadi penekanan utama saat Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberi orasi pada Wisuda ke-49 Institut STIAMI di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak para wisudawan untuk memainkan peran aktif sebagai penggerak ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional. Ajakan ini menempatkan generasi muda sebagai ujung tombak kebangkitan sektor kreatif nasional.

Ilustrasi penggerak ekonomi kreatif untuk artikel Penggerak Ekonomi Kreatif, Lulusan STIAMI Didorong Berperan

Orasi ilmiah yang disampaikan pada acara wisuda tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan lulusan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Ekraf menyoroti bahwa lulusan seperti mereka memiliki kapasitas untuk menginisiasi usaha baru, memanfaatkan inovasi, dan berkolaborasi lintas sektor. Pesan utama orasi mengarah pada tanggung jawab kolektif untuk menjadikan kreativitas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Peran Strategis Generasi Muda dalam Penciptaan Lapangan Kerja

Dalam orasinya, Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja. Lulusan perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja melalui wirausaha, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital. Peran ini dinilai krusial karena sektor ekonomi kreatif mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang, mulai dari desain, seni pertunjukan, hingga usaha mikro yang berbasis kreativitas lokal.

Peserta wisuda diingatkan untuk melihat peluang di luar jalur konvensional ketenagakerjaan. Mendorong pengembangan usaha berbasis kreativitas menuntut keberanian mengambil risiko terukur, pembelajaran berkelanjutan, dan kemampuan membangun jaringan. Selain itu, penguatan kemampuan manajerial dan pemasaran digital menjadi aspek yang kerap menentukan keberhasilan usaha kreatif, sehingga lulusan perlu memadukan kompetensi akademik dengan keterampilan praktis di lapangan.

Kontribusi terhadap Daya Saing Menuju Indonesia Emas 2045

Target Indonesia Emas 2045 menjadi konteks besar yang digunakan dalam orasi tersebut untuk memotivasi lulusan agar menyelaraskan langkah karier dan usaha mereka dengan tujuan nasional jangka panjang. Pengembangan ekonomi kreatif dianggap mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah ekonomi global. Pemerintah, demikian penekanan orator, melihat peran generasi muda sebagai elemen penting untuk mempercepat transformasi tersebut melalui inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar.

Membangun daya saing tidak hanya soal produk, melainkan juga soal ekosistem pendukung seperti akses pasar, kebijakan yang berpihak, dan kemampuan promosi internasional. Lulusan STIAMI diharapkan mampu menjadi penghubung ide-ide kreatif dan mekanisme komersialisasi yang efektif. Kemampuan merancang produk yang memiliki diferensiasi serta memahami kebutuhan konsumen menjadi kunci agar usaha kreatif dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Mendorong Kewirausahaan dan Kolaborasi

Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam orasi tersebut adalah pentingnya spirit kewirausahaan dan kebiasaan berkolaborasi antar-pelaku kreatif. Kolaborasi antar-disiplin, misalnya bisnis, teknologi, dan kesenian, dinilai mampu menghasilkan solusi kreatif yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Lulusan diharapkan membuka ruang dialog dan kerja sama dengan pelaku industri, komunitas kreatif, serta pemangku kepentingan lain untuk memperkuat jaringan usaha dan memperluas akses pasar.

Selain itu, upaya membangun brand lokal yang kuat serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran menjadi strategi yang disarankan untuk meningkatkan daya jangkau produk kreatif. Kesiapan menghadapi tantangan pasar global menuntut kombinasi kreativitas, kapasitas produksi, dan strategi pemasaran yang matang. Dengan pendekatan tersebut, lulusan dapat memainkan peran sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berdampak nasional.

Acara wisuda ke-49 Institut STIAMI ini menjadi momen refleksi sekaligus momentum peluncuran langkah baru bagi para lulusan. Pesan agar menjadi penggerak ekonomi kreatif menghendaki komitmen jangka panjang dari tiap individu untuk terus belajar, berinovasi, dan membangun jaringan. Harapan yang tersisa adalah agar setiap lulusan mampu menerjemahkan ajakan itu ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas dan memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia.

TOP