Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta KEK Pariwisata global meningkatkan daya saing seluruh destinasi wisata yang ada di sekitarnya ke tingkat global. Permintaan itu menegaskan harapan agar kawasan ekonomi khusus di bidang pariwisata tidak hanya menjadi lokasi investasi, tetapi juga menjadi pemicu peningkatan kualitas destinasi di sekitarnya sehingga mampu bersaing dengan destinasi internasional.

Langkah yang diminta oleh Evita Nursanty mencerminkan fokus pada upaya memperkuat posisi wisata Indonesia di pasar dunia. Dengan mendorong KEK Pariwisata global berperan lebih luas, ekspektasi muncul bahwa perkembangan wilayah KEK akan membawa efek domino yang memperbaiki fasilitas, layanan, dan citra destinasi di sekitar kawasan tersebut sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Permintaan DPR terhadap pengelolaan KEK Pariwisata
Permintaan dari wakil rakyat ini menuntut pengelola KEK Pariwisata global untuk memprioritaskan peningkatan mutu destinasi wisata yang menjadi bagian dari ekosistem kawasan. Pengelolaan yang mampu mengintegrasikan investasi, tata kelola, dan promosi diharapkan mampu menciptakan standar internasional yang nyata dan terukur untuk destinasi sekitarnya, sehingga bukan sekadar proyek terisolasi tetapi menjadi motor pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Dampak terhadap daya saing destinasi wisata
Dengan menempatkan KEK Pariwisata global sebagai pendorong utama, dampak yang diharapkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan wisata, penguatan produk lokal, serta pengembangan infrastruktur penunjang yang berorientasi pada standar internasional. Hal tersebut bertujuan agar destinasi di sekitar KEK mampu menarik wisatawan mancanegara dan bersaing secara lebih efektif di kancah global tanpa mengorbankan karakter lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Dampak sosial-ekonomi bagi komunitas lokal
Peran KEK Pariwisata global yang efektif juga diharapkan memberi manfaat sosial-ekonomi kepada komunitas sekitar melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, dan pendapatan dari aktivitas pariwisata yang lebih bernilai tambah. Sementara itu, perhatian pada pemberdayaan masyarakat lokal menjadi krusial agar pengembangan pariwisata tidak hanya menguntungkan investor, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar dan menjaga kelestarian budaya serta lingkungan setempat.
Langkah yang perlu diperhatikan oleh pengelola
Pengelola KEK Pariwisata global perlu merancang strategi yang menyeluruh, termasuk kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta standar layanan yang konsisten. Selain itu, perhatian pada aspek promosi terintegrasi dan penataan destinasi yang berbasis karakter lokal akan memperkuat daya tarik internasional. Pendekatan yang holistik diharapkan mampu menjembatani investasi dengan kepentingan pembangunan berkelanjutan.
Peran pengawasan dan koordinasi lembaga terkait
Pengawasan dan koordinasi menjadi unsur penting agar tujuan peningkatan daya saing yang ditujukan oleh permintaan wakil rakyat dapat terealisasi. Sinergi otoritas pengelola KEK, pemangku kepentingan daerah, serta lembaga pengawas dipandang perlu untuk memastikan kebijakan dan program berjalan sesuai tujuan, terlaksana secara transparan, dan memberi manfaat jangka panjang bagi destinasi wisata serta masyarakat sekitarnya.
Permintaan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menempatkan KEK Pariwisata global sebagai kunci dalam upaya memajukan daya saing destinasi wisata Indonesia. Harapan yang sama juga menuntut komitmen pelaksanaan di lapangan agar peluang pengembangan pariwisata dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan keseimbangan sosial, budaya, dan lingkungan. Dengan demikian, pengembangan KEK diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap reputasi pariwisata nasional di kancah internasional.
