Ilustrasi likuefaksi sulteng untuk artikel BNPB: Ancaman likuefaksi Sulteng Sudah Lewat

BNPB memastikan ancaman likuefaksi Sulteng telah berlalu setelah gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. Pernyataan ini disampaikan dalam pemantauan pascagempa yang terus dilakukan oleh otoritas terkait.

Ilustrasi likuefaksi sulteng untuk artikel BNPB: Ancaman likuefaksi Sulteng Sudah Lewat

Selain memastikan tidak ada potensi likuefaksi, BNPB melaporkan tren gempa susulan menunjukkan penurunan. Sementara itu, dampak berupa longsor masih dalam proses konfirmasi oleh tim di lapangan pada 17 Juni 2026.

Status likuefaksi dan gempa susulan

BNPB menegaskan tidak terdeteksi adanya potensi likuefaksi pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Informasi itu menjadi bagian dari evaluasi cepat yang dilakukan setelah gempa untuk menilai risiko tambahan terhadap masyarakat dan infrastruktur.

Di samping penilaian likuefaksi, catatan pemantauan menunjukkan tren gempa susulan cenderung menurun. Data tersebut menjadi indikator bagi BNPB dan pihak terkait saat menyusun langkah-langkah pemantauan lanjutan dan memastikan keselamatan publik.

Dampak longsor dalam verifikasi

Meski ancaman likuefaksi dinyatakan telah lewat, BNPB menyampaikan bahwa potensi atau kejadian longsor pascagempa masih dalam tahap konfirmasi. Tim di lapangan terus mengumpulkan informasi untuk memastikan lokasi terdampak dan besaran dampaknya.

Proses verifikasi tersebut penting untuk menilai kebutuhan tanggap darurat, bantuan, dan mitigasi lanjutan. Hingga pernyataan ini dikeluarkan, belum ada keterangan rinci mengenai lokasi atau skala longsor yang dimaksud.

BNPB tetap memantau kondisi pascagempa di Sulawesi Tengah dan akan memperbarui informasi jika ada temuan baru yang telah terverifikasi. Masyarakat diharapkan mengikuti pemberitahuan resmi dari otoritas terkait untuk langkah keselamatan yang perlu diambil.

TOP